Tampilkan postingan dengan label ayuth WSP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayuth WSP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Channel Khusus K-Pop!

Dari Okezone.com
SEOUL - Penyebaran musik K-Pop di seluruh dunia mengalami perkembangan yang luar biasa. Pertunjukan SMTOWN di Paris, dan New York mendapat apresiasi yang menakjubkan. Bahkan, Big Bang pun memenangkan kategori Worldwide Act di Ajang MTV Europe Music Awards 2011.

Karena K-Pop semakin lama semakin berkembang, salah satu situs terbesar Google, tampaknya tidak mau membuang kesempatan. Mesin pencari terbesar di dunia ini telah berencana membuat sebuah channel khusus untuk K-Pop.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Wall Street Journal, terungkap bahwa Google tertarik untuk bekerja sama dengan media di Korea Selatan. Artikel tersebut juga memberikan sebuah gambaran yang menarik tentang grup SNSD, dan promosi mereka di Amerika. Seperti dilansir Soompi, Selasa (8/11/2011).

Bos Google, Eric Schmidt akan membuat perjalanan panjang ke Korea Selatan. Dia sudah menjadwalkan untuk bertemu dengan beberapa perusahaan IT terbesar di sana. Pemberhentian pertamanya adalah, bertemu dengan Presiden Lee Myung Bak untuk berdiskusi dengan Google, dan perusahaan IT Korea Selatan.

Salah satu ide Eric adalah membuat saluran seperti YouTube. Situs tersebut dikhususkan untuk artis-artis K-Pop. Pemikiran ini datang karena sebagian besar kesuksesan K-Pop di dunia internasional datang dari Youtube. Video-video terbaru dari K-Pop juga saat ini selalu berada di bagian paling awal YouTube, dan menjadikan genre ini semakin populer.
(tre)

Jakarta Blues Festival Digelar 17 Desember

Dari Okezone.com
JAKARTA - Jakarta Blues Festival (JBF) kembali digelar di Istora Senayan, Jakarta, 17 Desember mendatang. Mengusung tema 'Keepin The Blues Alive: In Blues We Trust'.

Yang membuat pagelaran ini istimewa, musisi blues legendaris asal Inggris, John Mayall akan tampil menemui para pencinta blues di Indonesia.

"Ini kan legend banget. Jangan sampai kalau saya bilang 'jahatnya' itu, sebelum mati dia belum ke Indonesia. Kita ingin memberikan penampilan, ini lho blues yang legend," kata ketua panitia Jakarta Blues Festival Davy Ratu, usai jumpa pers di Birdcage, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2011).

Musisi lain yang tak kalah keren saat tampil di atas panggung, yakni Gugun Blues Selter, dan Sandhy Sondoro, di mana keduanya menjadi ikon Jakarta Blues Festival tahun ini. Turut pula Abdee 'Slank', Endah n Rhesa, Balawan, dan masih banyak lagi. Sejumlah musisi luar negeri juga turut serta meramaikan, seperti Kara Grainger, Soulmate, Bopomofo, dan Shun Kikuta,

Davy menuturkan, sebetulnya event ini berniat memboyong Gary Moore. Namun, Tuhan punya kehendak lain. Moore keburu tutup usia pada 6 Februari 2011, . di usia ke-58 tahun. Untuk mengenang karya Moore, JBF akan mengadakan sesi tribute untuk musisi asal Irlandia Utara itu.

Meskipun mendatangkan musisi legendaris blues berkelas internasional, Davy mengaku tidak  berani menjual tiket mahal.

"Kita itu idealisnya tinggi. Tiket mahal enggak tega. Biar semua orang lihat," ucapnya.

Tiket dibagi menjadi empat kelas. Untuk festival Rp150 ribu. Namun, khusus pertunjukan John Mayall kelas festival naik menjadi Rp200 ribu. Kelas silver Rp200 ribu, Gold Rp300 ribu, dan VIP Rp500 ribu.
(tre)

Jumat, 28 Oktober 2011

Slank Buka Konser Whitesnake di Singapura

JAKARTA - Dari okezone.com dikabarkan, Slank didapuk sebagai band pembuka konser Whitesnake di Fort Clanning Park, Singapura, 1 November mendatang.

Sang vokalis, Kaka menuturkan, awalnya personel Slank hanya berniat pergi menonton salah satu raja hard rock dunia tersebut ke Negeri Singa itu. Tak dinyana mereka malah ditawari membuka konser David Coverdale Cs.

"Saya selalu kelewatan setiap band main di Jakarta. Terus dapat kabar White Snake main di Singapura. Wah harus gue kejar nih buat nonton. Tiba-tiba ada email penawaran jadi opening act. Ini dream come true jadi opening act. Karena semula pengen nonton malah ditawarin ngebuka konser," ungkap Kaka  saat jumpa pers di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2011).

Kegembiraan tersebut juga turut dirasakan personel Slank lainnya, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivan. Mereka mengakui, lagu-lagu Whitesnake turut memengaruhi musik Slank.

"Kita excited banget buat show nanti," ucap Kaka.

Senada dengan Kaka, Bimbim turut mengungkapkan kegembiraannya membuka konser Whitesnake.

"Yang paling beruntung ini pertama kali main di Singapura, sama seperti Whitesnake," imbuh Bimbim.

Rasa syukur turut diungkapkan Ivan, lantaran dirinya tetap manggung bersama teman-temannya di Singapura.

" Tadinya hampir gue enggak bisa main, karena gue mau izin. Tapi karena sesuatu hal si 'sesuatu'-nya itu batal. Alhamdulillah gue bisa main sama Whitesnake," terang Ivan.

Slank berharap dengan kesempatan tersebut bisa menarik perhatian penonton untuk mengundang Slank menggelar konser akbar di sana.

"Target kita menarik perhatian sebanyak mungkin dari penonton. Biar kita nanti jadi headliner, bukan opening act aja. Kita pengen bisa konser di sana," tandas Bimbim.
(tre)

Piyu Lebarkan Sayap Bisnis


JAKARTA – Dari okezone.com diberitakan, Piyu berencana melebarkan sayap bisnisnya. Gitaris padi ini berniat membangun sebuah kafe bernuansa musik seperti Hard Rock Cafe atau The Rock Cafe yang dimiliki Ahmad Dhani.

Setelah sukses dengan bisnis label Emotion, Piyu punya ide untukmenggabungkan antara restoran, tempat gaul, studio dan juga tempat berbagi wawasan musik.

"Aku mau buat restoran di Yogya, Studio, jadi bisnis yang aku jalanin selalu berhubungan dengan musik. Jadi aku mau buat itu (restoran) sebagai tempat kumpul juga. Karena aku suka juga share bagi ilmu, wawasan," jelas Piyu saat berbincang di Anex Building, Hotel Nikko, Jakarta pada Kamis (27/10/2011) malam.

Nantinya, tempat tersebut akan dijadikan Piyu sebagai sebuah tempat memorabilia yang menampilkan semua perjalanan Piyu dari awal sampai sukses seperti sekarang.

"Karena banyak anak yang bilang ingin seperti aku, jadi aku ingin buat seperti sebuah memoribilia. Aku sih mengadaptasi dari beberapa yang sudah ada, kayak di Hardrock Cafe, konsep yang di luar negeri, jadi aku gabungin," paparnya.

Untuk konsep kafenya sendiri, Piyu menjelaskan akan ada beberapa koleksi gitar miliknya yang dipajang sama seperti Hardrock kafe. Para talent yang dijaring Piyu melalui Piyu Search The Next Superband juga harus tampil di kafenya tersebut.

"Yang pasti disitu ada gitar, ada memorobilia gitar, karena aku seorang gitaris, dan aku punya banyak koleksi gitar yang mungkin aku bisa pajang," ungkapnya. (gal)
(rik)

Senin, 24 Oktober 2011

Katy Perry Siap Tampil di Jakarta


Okezone.com
JAKARTA - dari okezone.com diberitakan setelah berulang kali gagal tampil di Indonesia, akhirnya Katy Perry menyatakan kesiapannya menggelar konser tunggal di Jakarta pada 19 Januari 2012.

Kabar tersebut benar-benar datang dari pelantun Firework itu sendiri. Dia menulis dalam akun Twitter-nya.

“Indonesia! Akhirnya aku akan melihat kalian semua di 19 Januari! Lihat http://www.katyperry.com untuk info jadwalnya minggu depan! #KatyInJKT,” kicau penyanyi asal California, Amerika Serikat, itu, Senin (24/10/2011).

Seorang promotor di Jakarta yang belum mau berbicara gamblang soal konser Katy Perry membenarkan bahwa pemilik nama asli  Katheryn Elizabeth Hudson kelahiran California, 25 Oktober 1984 itu akan melangsungkan konser pada Januari mendatang. Promotor akan membuat pengumuman secara resmi minggu depan.

“Iya benar, dia ke Indonesia. Soal konser dia, nanti minggu depan kita baru akan memberikan pengumumannya secara resmi,” ujar sumber.

(tre)

Jumat, 21 Oktober 2011

Ki Joko Bodho Bentuk Boy Band

Dari okezone.com 
Jakarta - Untuk menyemarakkan blantika musik tanah air, Paranormal Ki Joko Bodo membentuk boy band bernama 3 Man-Tra. Ki Joko menggandeng Ki Wasis dan Ki Yono,yang berprofesi sama seperti dirinya. 

Meskipun bukan anak muda lagi, namun semangatnya untuk meramaikan industri musik tanah air cukup diapresiasi oleh para penggemarnya.

Mereka mengungkapakan kalau mereka tidak menjual suara, namun ingin menjual keunikan."kadukuniku" judul single yang menjadi andalannya.

Ki Joko menuturkan, konsep bermusiknya ini banyak yang suka. 

“Gila-gilaan sambutannya. Hangat banget. Kayak ada sesuatu yang disukai. Lucu, kocak. Gak nyangka kita pecicilan. Kita mencoba memberikan pencerahan, ada boyband ada fatherband,” katanya sambil tertawa.(tre)

Rabu, 19 Oktober 2011

Ketika Trend "K-POP" Merajai Tanah Air

      Trend ala “K-POP” benar-benar sedang merajai industri music tanah air. Acara musik di layar kaca dipenuhi Boy band dan Girl band yang menyuguhkan berbagai kreasi gaya musik dan dance yang sangat condong dengan trend hiburan di Korea. Pelaku hiburan di tanah air khususnya di bidang musik, tampaknya memang peka dengan trend dunia musik “K-POP” yang virusnya tengah mewabah ke mana-mana, bahkan telah melampaui batas negeri ginseng itu sendiri. Musik di tanah air ternyata juga mengikuti trend tersebut. Sejumlah vocal grup yang dipadukan dengan dance atraktif dan gaya berpakaian yang fashionable, begitu banyak bermunculan di negeri ini.
      Hal tersebut bisa dikatakan sebagai fenomena yang cukup menarik sejauh masih menghibur dan bisa memberikan pengaruh yang positif bagi pecinta dunia musik di tanah air. Selama penyajian mereka tidak monoton, tidak melulu selalu tampil dengan gaya “ke-korea-korea-an”, dan mampu menyuguhkan kreatifitas yang lebih inovatif dibanding trend yang datang dari negeri korea tersebut. Terlebih jika Boy band dan Girl Band di Indonesia mampu tampil dengan gaya bermusik dan tampilan yang lebih Indonesia. Sehingga musik Indonesia setidaknya tak pernah kehilangan jati diri ke-indonesia-annya.
       Jika mau menilisik lebih jauh lagi adalah tentang bagaimana musik korea dengan bahasa koreanya mampu mewabah hingga mampu memberikan pengaruh pada trend musik dunia. Pada kenyataannya bukan hanya orang-orang di asia saja yang mulai menyukai tentang dunia hiburan di korea (musik dan film), tetapi juga orang-orang barat (eropa dan amerika) juga mulai menggemarinya. Hal tersebut terbukti ketika para Boys band ataupun Girl band yang tampil di negara-negara eropa ataupun amerika, ternyata mendapatkan antusiasme yang cukup luar biasa untuk seukuran artis asia yang perfom di negara-negara barat tersebut. Hal tersebut tentunya akan memberikan pengaruh positif bagi Negara yang terkenal dengan sebutan “negeri ginseng” tersebut. Semakin populernya Negara Korea berarti akan semakin banyak orang yang ingin mengetahui segala hal tentang Korea.
       Yang menjadi pemikiran kita tentunya, kenapa Korea dengan dunia hiburannya (music dan film) mampu mencapai prestasi yang seperti itu?apa yang membuat mereka bisa seperti itu?.Padahal mereka menampilkan sesuatu hal yang tak lepas dari budayanya. Menyanyi dengan bahasa korea, bergaya ala korea, dan fashion ala korea. Meskipun mengikuti trend di dunia barat tapi budayanya sendiri juga tak ditinggalkan. Hal tersebut tentunya bisa menjadi oto-kritik bagi industri hiburan di Indonesia. Mampukah Indonesia bisa populer di seluruh dunia karena budayanya?, karena industri hiburannya?,musiknya?, filmnya?, padahal kita memiliki budaya yang jauh lebih kaya dari “negeri ginseng” tersebut. (By : Ayuth WSP)

Sabtu, 01 Januari 2011

Titik Puspa : "Tak Ada Lagi Koruptor di Tahun 2011"

Dari BeritaMusik.com
Meski usianya sudah tidak muda lagi, penyanyi senior kelahiran Kalimantan Selatan, Sumarti atau lebih dikenal dengan Titiek Puspa masih ikut merayakan detik-detik pergantian tahun. Ditemui di acara Hartati Murdaya Dancing Night Party di JI Expo Pekan Raya Jakarta, kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (31/12) malam, wanita yang biasa di sapa eyang ini terlihat ceria dengan gaun berwarna pink.

Dalam acara tersebut Titiek Puspa menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Kupu-kupu Malam, ditemani oleh sahabat lamanya Hartati Murdaya. Jelang tengah malam pelantun Gang Kelinci ini larut dalam keceriaan bersama tamu-tamu undangan.

Tidak seperti artis kebanyakan yang punya resolusi di tahun 2011, bagi wanita 73 tahun ini tidak punya resolusi dalam menjalani hidup. “Enggak ada gitu-gituan,” ujarnya singkat sambil tertawa. Kalau rencana membuat karya di tahun 2011, sebagi penyanyi dirinya punya rencana membuat karya. “Ada, tapi nanti saja ya. Doakan saja,” tambahnya.

Tapi dirinya mempunyai harapan yang besar di tahun baru ini, “Saya minta sama Tuhan supaya masyarakat Indonesia semakin mawas diri dan cintailah cinta. Kalau kita saling cinta tuhan akan kasih jalan,” harapnya.
“Dan paling penting di tahun yang baru nanti tidak ada lagi koruptor,” tutupnya

Penghargaan Bukan Target Utama


 
Dari okezone (tomy tresnadi) diberitakan
Belum lama ini single Hari Bersamanya milik Sheila On 7 mendapat penghargaan oleh salah satu majalah musik terkemuka di Indonesia, sebagai single yang paling disukai publik.

Walau begitu, Eross dengan dengan rendah hati berkomentar kepada Okezone yang menghubunginya melalui telepon belum lama ini, katanya, ”kalau dari dulu kita gak mengharapkan dapat penghargaan, itu bukan tujuan utama kita, kita hanya memenuhi kontrak kerjasama kita dengan Sony Music, itu saja.”

Dia melanjutkan, dirinya sangat senang dengan penghargaan tersebut, ini akan dijadikannya sebuah acuan untuk berkarya lebih baik lagi.

“Penghargaan itu Alhamdulillah bagi kita. Kita senang lagu kita masih bisa didengarkan dan diterima baik oleh masyarakat sampai saat ini. Semoga lagu kita selanjutnya pun sama,” harap suami dari Sarah Diorita ini.(tom) (nov)

Perbedaan Musik Indie di Indonesia dengan Negara Lain

Yang membedakan adalah penonton jarang yang mau bayar tiket, tidak pernah beli minuman jika sedang di rockclub dan kurang mau membeli rilisan. Ini dalam konotasi negatif [tertawa]. Dalam konotasi positif adalah banyaknya band-band baru yang lahir dengan berbagai macam jenis musik baru. Kalau 10 tahun yang lalu ketika sebuah majalah musik memperkenalkan tren thrash metal maka semuanya menjadi anak metal. Tapi sekarang tidak ada sebuah tren yang mendominasi, ketika ada tren emo tidak semua ikut menjadi anak emo tapi masih ada anak indie pop, new wave, high octane rock dan lain-lain. Penggemar musik sekarang ini lebih segmented.
          Jadi menurut saya ini adalah perkembangan yang baik. Tapi yang lebih unik lagi ketika saya kemarin berkunjung ke Jepang dan Jerman ada sesuatu yang mereka tidak punya, yaitu spirit untuk  stick together. Di Indonesia semua musisi berkomunikasi, berkumpul dan bersilaturahmi dengan sehat, baik anak metal maupun new wave, indie pop dengan hardcore, mereka semua tetap mempunyai hubungan baik. Bahkan kita mempunyai event yang bernama SGM atau sintinggilamiring di mana band besar atau kecil dengan berbagai aliran dapat tampil di satu panggung. Di luar negeri kekerabatan seperti ini jarang ditemui, bahkan band dengan aliran yang sama pun belum tentu kenal.

Hasil wawancara Wendi Putranto a.k.a Wenz Rawk 
Editor Rolling Stone Magazine & Manager The Upstairs

Hal Yang Mempengaruhi Perkembangan Musik Indie di Indonesia

Pengaruh yang pertama, kalau anda bedakan sekarang dengan 10 tahun yang lalu, sekarang sudah jelas gerakan ini lebih besar. Yang paling jelas adalah globalisasi informasi yang didorong oleh internet. Menjadi semakin besar sekitar akhir tahun 1990an karena internet bertebaran di mana-mana, warnet, kampus dan sekolah. Jaman dulu informasi terhadap musik-musik seperti ini sangat eksklusif. Informasi hanya bisa didapat dari majalah-majalah luar. Kita pun untuk mengorder T-Shirt masih harus dengan cara yang primitif, dengan menggunakan katalog, mengisi form dan membayar dengan kartu kredit.
Kalau jaman sekarang segalanya menjadi mudah dengan internet, semuanya “terakselerasi maksimum”. Jadi menurut saya ini semua karena peran internet, ditambah lagi dengan adanya MySpace dan Friendster (group websites-red). Perkembangan infrastruktur juga berbeda, kalau 10 tahun yang lalu indie label hanya sedikit. Pengertian indie label pun kadang masih salah kaprah disini. Karena yang dimaksud dengan indie label bukanlah rilisan album namun label rekaman yang independen. Sedangkan yang merilis sendiri adalah self-released atau D.I.Y.
Jadi 10 tahun yang lalu label-label indie itu sedikit, sekarang sudah banyak walaupun masih sedikit yang berbisnis dengan baik dan benar. Tapi infrastrukturnya sudah lebih baik. Kita juga punya rock club buat manggung dan berbagai media yang membantu perkembangannya. Bahkan perkembangannya di Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Semua dikarenakan infrastruktur yang lebih baik walaupun masih banyak kekurangan.

(Hasil wawancara Wendi Putranto a.k.a Wenz Rawk,Editor Rolling Stone Magazine & Manager The Upstairs, 7-April-2005)

20 Album Terbaik Tahun 2010 di Indonesia

Dari Kapanlagi.com hari ini diberitakan,
        Belantika musik Indonesia di tahun 2010 seakan menjadi kebangkitan band-band muka lama untuk kembali menghentak kestagnasian musik Indonesia. Terlebih kebangkitan musik indie yang mampu merangsek menuju barisan terdepan dari para industri-industri major yang semakin serupa.Sebagai barometer majalah musik di Indonesia majalah Rollingstone merangkum 20 album yang menduduki puncak tangga terbaik di Indonesia.
       Seperti dikutip dari rollingstone.co.id menduduki peringkat nomer satu di raih oleh Bangkutaman dengan albumnya ODE BUAT KOTA. Band yang didirikan di Jogjakarta dan saat ini kembali ke kota asal para personelnya Jakarta karena telah menyelesaikan studi ini kembali dari tidur panjangnya. Dengan album ini Bangkutaman seakan dibangunkan dari realita kerasnya kehidupan ibukota yang mereka tuangkan ke dalam lirik-liriknya.
        Salah satu band yang juga bangkit dari kubur adalah The Flowers. Dedengkot rock n roll ibu kota ini juga bangun dari tidurnya yang sangat panjang namun berhasil membuat album kedua yang bertajuk STILL ALIVE AND WELL yang menujukkan bahwa The Flowers masih baik dan sehat. Tak menghilangkan sedikit pun unsur rock n roll ala Rolling Stones dan The Black Crowes kali ini ditambahi dengan unsur funk dan sedikit jazz.
        Para pendatang baru juga tak ketinggalan mencuri perhatian. Mantan vokalis Homogenic yang membuat proyek solo bernama Sarasvati berhasil menduduki peringkat keempat dengan album perdananya yang bertajuk STORY OF PETER.
       Grup band Slank tampaknya harus berpuasa diri dengan album JURUSTANDUR NO.18 yang menduduki peringkat ke 15. Begitu juga dengan Iwan Fals dengan album KESIMBANGAN berada di posisi 11. Di antara gempuran musik rock dan indie pop yang ada di daftar ini, salah satu pengusung musik cadas Siksakubur masuk dalam 20 album terbaik versi Rollingstone.
Berikut 20 daftar album terbaik di tahun 2010:

1. Bangkutaman - ODE BUAT KOTA (Jangan Marah/Demajors)
2. The Flowers - STILL LIVE AND WELL (Demajors)
3. Bonita - LAJU (Rumah Bonita/Demajors)
4. Sarasvati - STORY OF PETER (Self Released)
5. White Shoes & The Couples Company - VAKANSI (Purapura Records/Demajors)
6. Kelelawar Malam - KELELAWAR MALAM (Jenggo Records/Demajors)
7. Monita Tahalea - DREAM, HOPE AND FAITH (Inline Music)
8. Sandhy Sondoro - SANDHY SONDORO (Sony Music)
9. Frau - STARLIT CARAOSUEL (Cakrawala Records/Demajors)
10. /RIF - 7 (Sony Music Indonesia)
11. Leonardo - THE SUN (Buttonijo/Demajors)
13. Maliq & D’Essentials - THE BEGINNING OF A BEAUTIFUL LIFE (Organic Records/Warner Music Indonesia)
14. BIP - BERANGKAT (Fame Music)
15. Slank - JURUSTANDUR NO. 18 (Slank Records)
16. Gugun Blues Shelter - GUGUN BLUES SHELTER (BugsPro)
17. Jogja Istimewa 2010 - Album Kompilasi (Demajors)
18. Iwan Fals - KESEIMBANGAN (Fals Records)
19. Endah N Rhesa - LOOK WHAT WE’VE FOUND (REIProject/Demajors)
20. Siksakubur - TENTARA MERAH DARAH (Fast Youth Records)
 (kpl/rls/faj)

Jumat, 31 Desember 2010

Wajah Musik Indonesia di tahun 2011?

     Semenjak waktu menjelang detik-detik pergantian tahun, seluruh penduduk dunia begitu antusias untuk menyambutnya. Banyak sekali seluruh umat manusia di dunia ini tumpah ruah,berkumpul menjadi satu untuk merayakan malam pergantian tahun 2010 menuju ke tahun 2011. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menandai moment pergantian tahun tersebut. Banyak gelaran acara hiburan disuguhkan dimana-mana. Salah satunya yaitu gelaran acara musik yang ternyata sampai sekarang masih menjadi penanda utama bagi sebuah moment pergantian tahun. Ya...di setiap moment pergantian tahun, seluruh musisi seolah seperti memiliki wadah yang begitu luas, untuk sekedar berekspresi ataupun utntuk mencari panghasilan. Hal itu menjadi sangat wajar, karena begitu banyaknya acara musik yang digelar oleh berbagai pihak. Menjadi berkah tersendiri bagi para musisi, penyanyi dan orang memiliki bidang yang berhubungan dengan musik.
     Namun pernahkah seluruh  musisi, pecinta musik di negeri ini berpikir dan berharap tentang bagaimana sebaiknya perkembangan musik indonesia di tahun 2011 ini?. adakah sebuah asa untuk membuat sebuah inovasi bagi industri musik di negeri ini?, masih terasakah ketimpangan kontrak dalam menjalin bisnis  musik dengan pihak lain?.adakah semangat musisi baik di jalur mayor ataupun indie label untuk meningkatkan kreatifitas bermusik di tahun ini??.Adakah sesosok musisi atau penyanyi baru yang bisa mencauri perhatian di tahun ini?. Akankah iklim musik indonesia akan lebih kompetitif atau justru semakin loyo di tahun yang baru ini??.Atau mampukah para musisi yang saat ini tengah begitu sangat populer, mempertahankan pencapaiannya?.Akan adakah seorang yang mengusung ide baru dengan jenis aliran musik yang dibawakannya?.Atau bahkan akan adakah seorang musisi ataupun penyanyi di negeri ini yang benar-benar mampu bercokol di industri musik dunia?,Mampukah musik negeri ini untuk menembus sekat-sekat budaya bangsa lain?, mengenalkan musik indonesia ke seluruh manca?dan membawa harum nama bangsa dengan kreatifitas bermusik??.


     Segudang pertanyaan tersebut harusnya terlintas di benak seluruh musisi di negeri ini, atau mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang kemudian menjadi sebuah harapan besar bagi perkembangan musik di tahun 2011 ini. Dan pertanyaan-pertanyaan bukan hanya menjadi pertanyaan saja, namun menjadi sebuah tantangan bagi seluruh musisi yang kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah kreatifitas yang tak pernah surut. Bagaimana wajah musik indonesia di tahun 2011 ini?,seniman musik, pelaku industri musik dan seluruh pihak-pihak yang terkait dengan bidang musiklah yang mampu menjawabnya. (Ayuth)

Jumat, 24 Desember 2010

Garuda di Dadaku..

Garuda di dadaku...
Garuda kebanggaanku..
Ku yakin hari ini..
Pasti menang..

Itulah sepenggal kalimat di syair lagu yang kini bisa membakar semangat para atlet kita. Adalah seruan yel-yel para suporter yang sebenarnya kini telah biasa kita dengar akhir-akhir ini, khususnya lewat ayar kaca. Ini menjadi satu lagi bukti kepada kita semua, bahwa musik melalui sebuah lagu dan syairnya mampu masuk ke segala bidang. Musik memang sebagai bahasa universal yang selalu saja bisa masuk menyelinap ke barbagai aspek kehidupan kiata. Terlebih untuk bidang olahraga, musik (dalam hal ini-lagu) selalu menjadi satu hal yang mengiringi gegap gempitanya sebuah perhelatan olahraga dengan segala dinamika drama heroiknya.
Yel-yel untuk timnas sepakbola kita itu diselipkan oleh grup band netral dalam lagu yang ia beri tajuk"Garuda di Dadaku" yang awalnya diperuntukkan untuk sebuah film yang juga berjudul "Garuda di Dadaku". Lagu netral tersebut kini seperti sedang berada dalam sebuah momen yang sangat tepat seiring dengan bangkitnya prestasi sepak bola indonesia.
Band netral juga kini menjadi kembali meroket berkat lagu "Garuda di Dadaku" tersebut. Dalam sebuah acara talk show di sebuah salah satu stasiun TV swasta, mereka mengungkapkan bahwa mereka tak menyangka jika lagu yang mereka populerkan tersebut akan mendapatkan animo yang begitu besar seperti saat ini.

Mereka pun mengakui bahwa bait terakhir syair Garuda di Dadaku tersebut adalah sebuah Yel-yel yang sering diteriakkan oleh suporter Indonesia untuk mendukung para pahlawan olahraga di negeri ini. Karena Sepak Bola adalah olahraga yang sangat populer di masyarakat kita, Yel-yel tersebut sering terdengar setiap ada pertandingan tim nasional indonesia.
Sekali lagi ini menjadi bukti bahwa Musik (lagu) memiliki peran penting dalam kehidupan kita, terlebih saat ini di bidang olahraga, di saat tim nasional sepakbola kita sedang berada dalam performa yang baik. Lagu "Garuda di Dadaku" tersebut mampu memberi sebuah semangat, kekuatan kepada para pesepakbola kita untuk berjuang membawa nama baik bangsa. Bahkan ketika prestasi telah teraih, lagu, syair, dan yel-yel tersebut akan selalu menjadi kenangan yang tersimpan di benak setiap atlet dan seluruh pencinta olahraga. (ayuth)

Kamis, 02 Desember 2010

Iwan Fals The Asian Heroes


Asian Heroes”. Begitulah Iwan Fals dijuluki oleh majalah Time. Begitu dahsyatkah lelaki yang bernama lengkap Virgiawan Listanto ini? Menyimak profile artis yang satu ini akan sangat menarik.
Lahir di Jakarta, 3 September 1961 dari pasangan ibu Lies dan ayah Haryoso, seorang pensiunan tentara. Iwan kecil hidup dengan berpindah-pindah tempat karena mengikuti tugas ayahnya, mulai tinggal di Bandung sampai ke Jeddah, Arab Saudi.
Sejak kecil, ia memang sudah menyenangi musik. Umur 13 tahun ia mulai mengamen dengan menggunakan gitar. Bahkan, saat masih SMP ia sudah bisa membuat lagu sendiri.

Meniti Karier
Saat pertama kali membuat master album rekamannya, Iwan harus menjual motornya terlebih dahulu. Sayangnya, album perdana Iwan yang tergabung dalam grup Amburadul gagal di pasaran.
Setelah itu, ia tetap mencoba membuat album sampai album ke-3, namun tak satupun yang sukses. Saat ini, sisa-sisa album tersebut justru sangat diburu oleh para kolektor dan para fans fanatik.
Perubahan signifikan terjadi saat Iwan Fals menjuarai festival country. Ia berhasil digandeng oleh Musica Studio. Saat itulah, ia mulai dikenal luas khalayak musik Indonesia.
Album pertamanya bersama Musica, Sarjana Muda (1981), berhasil menyentak perhatian dengan hits seperti: Sarjana Muda, Oemar Bakri, Yang Terlupakan, Doa Pengobral Dosa, Puing, 22 Januari, dan Hatta.
Lagu-lagu tersebut bagaikan lagu abadi yang wajib diketahui oleh anak muda, bahkan hingga saat kini.
Walau sudah eksis sebagai penyanyi, Iwan Fals masih menjadi pengamen di seputaran Blok M. Ia tergabung dalam Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) bianaan Anto Baret.
Tak heran bila lagunya banyak memotret kehidupan sosial rakyat jelata. Itu pulalah yang menjadi ciri khas lagunya  yang kelak akan membawanya berurusan dengan pihak berwajib.

Simbol Perlawanan
Sejak sukses dengan album Sarjana Muda-nya, karier Iwan Fals seperti takterbendung. Album-album berikutnya mengalir deras. Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984),  KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu (1988), dan Mata Dewa (1989).
Ia juga terlibat bersama Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, dan Innisisri dalam album Swami (1989) yang berisikan lagu "Bento" dan "Bongkar" yang sangat fenomenal, kontroversial dan heroik.
Banyak orang yang menafsirkan "Bento" adalah singkatan “Benci Soeharto”. Wallahu Alam. Oleh majalah musik Rolling Stone, lagunya yang berjudul "Bongkar" menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa.
Tak cukup sampai di situ, Iwan Fals mulai dekat orang-orang kritis seperti WS Rendra, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, dan pengusaha minyak Setiawan Djodi. Mereka berkolaborasi dalam proyek Kantata Takwa.
Banyak bait-bait puisi WS Rendra yang penuh dengan kritik sosial diadopsi menjadi lagu mereka, seperti: Paman Doblang, Kesaksian, Rajawali, Nocturno, Orang-orang Kalah, Balada Pengangguran, dan Gelisah.
Konser  musik akbar Kantata Takwa yang diadakan pada 23 Juni 1990 di Stadion Utama Gelora Bung Karno sampai saat ini dianggap sebagai konser musik terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia, dilihat dari jumlah penonton dan teknologi yang dipakai.
Kondisi sosial masyarakat saat itu yang penuh dengan ketimpangan dan ketidakadilan membuat Iwan Fals seakan menjadi simbol perlawanan.
Iwan Fals sudah menjadi idola, foto dan gambarnya ada di mana-mana. Takada anak muda yang tidak mengenal lagu-lagunya. Lagu-lagunya di putar di mana-mana, di kamar kost, angkot, pusat perbelanjaan, pasar, terminal, dan  stasiun kereta. Seakan dengan mendengar dan menyanyikan lagunya rakyat merasa “ada yang membela”.
Kondisi tersebut menyebabkan beberapa konser musiknya banyak yang  dipersulit, baik dengan cara halus seperti tidak diberi izin atau dengan cara kasar seperti pemadaman listrik tiba-tiba. Bahkan, dibubarkan secara paksa.
Iwan Fals juga sempat ditahan oleh aparat keamanan selama 2 minggu karena menyanyikan lagu "Demokrasi Nasi", "Pola Sederhana" dan "Mbak Tini" pada saat konser di Pekanbaru medio April 1984. Sejak saat itu, teror dan intimidasi kerap terjadi pada diri dan keluarganya.
Tak heran apabila sepak terjang Iwan Fals di dunia musik membawanya pada julukan Asian Heroes oleh majalah Time. (From : AnneAhira.com)

Dira Sugandi, Pertemuannya dengan Bluey Incognito Membawa Berkah

Perjalanan takdir membawanya bertemu tanpa sengaja dengan Jean Paul Maunick atau akrab disapa Bluey Incognito, musisi dan produser yang jeli terhadap bakat menyanyi seseorang. Tak sengaja menemukan bakat emas Dira, produser penyanyi Chaka Khan ini langsung mengajaknya membuat album.
Namun, tentu saja, album Dira harus melalui proses amat panjang. Dimulai sekitar awal 2007, Dira berangkat ke London untuk bertemu Bluey dan merekam dua lagu. Setelah itu proses pembuatannya sempat tertunda karena masalah jarak. Dira pun harus bolak-balik Jakarta-London. Saat itu Bluey menyarankan Dira untuk mencari sponsor. "Sempat kesulitan mencari sponsor, sampai akhirnya alhamdulillah | ada seorang dermawan yang bersedia membiayai seluruh proses pembuatan album saya," ucapnya ekspresif.Akhirnya, berselang dua tahun melewati perjalanan yang melelahkan dan penuh pengorbanan itulah, albumnya bisa rampung pada tahun 2009. "Dua tahun yang jadi pengalaman sangat berharga dalam hidup yang tidak akan pernah saya lupakan" ucapnya.
Di bawah bendera Expansion Records, album Something About The Girl meluncur di pasaran Inggris dan Jepang. Bahkan, siap pula didistribusikan ke beberapa wilayah Eropa lainnya seperti Jerman dan Prancis. "Saya menerima email tiap harinya, sudah sampai mana album dan lain sebagainya. Bahkan, ada permintaan juga dari Afrika Selatan," ujarnya.Sebenarnya, beberapa label di Amerika Serikat sempat tertarik. Namun, untuk mimpi satu itu, jalan untuknya masih cukup panjang. Kini, ia fokus pada promosi albumnya di Inggris dan Jepang. "Sudah banyak yang meminta melalui email untuk promosi album," paparnya.
Lagu-lagu album Dira terbilang cukup unik. Kita bisa mendengar beberapa lagu soul dengan sentuhan funk dan jazz, serta nuansa RB bahkan bossas. Ada pula napas ballad seperti pada Hand On Your Heart dan dance song dalam No More Tears. Plus, lagu Dira yang.berduet dengan penyanyi hip hop, Omar, yaitu Lets Go Back.Kini, senyum dara berkulit hitam manis ini kian lebar. Dira tampak bahagia ketika menyebutkan albumnya menduduki peringkat tujuh untuk album soul di Inggris atau satu tingkat di bawah album . penyanyi RB, Usher. "Bahkan, Sade saja peringkat sembilan," tuturnya penuh senyum. cl2, i er (from ; Bataviase.co.id)

Sandy Sandoro in Biography

                                                                 (Foto by Hai)
Biography :
Sandhy Sondoro, was born on the island of Java, Indonesia. Came from a musical family, where the house provide the likes of American pop, folk, Jazz and blues tunes coming from his Mother’s or father’s guitar everyday. Those were the joy that shaped his talents . It is not traditional Indonesian music that influenced him but rather soul and blues. Sandhy Sondoro is not only an excellent singer, song writer, and guitar player he also has many other talents like drawing and cooking.
In Indonesia Sandhy Sondoro started to play in a band at high school. They did mostly covers of Van Halen and Mr. Big or The Black Crows. At the age of 18 he went to visit his uncle in California and stayed there for a while. Over a year later he went to Germany to study architecture. He first had to improve his German proficiency to be admitted at the university. He graduated in interior design but his passion for singing and playing the guitar was stronger than the wish to work in an office.
His first experience as a street musician was gained in Biberach on the Riss in Baden Wurttemberg in 1996. The international flair of Berlin attracted him and inspired him. In 1998 he moved back to Berlin and started his career as Sondoro singing and playing the guitar in bars, clubs and in the metro. His famous song Down on the streets was inspired by the experience gained in Berlins metro. He performs also in famous theatres like the House of World Cultures in Berlin, plays at music festivals like at the Bode museum isle festival. He has fans in Hamburg, Cologne, Stuttgart and many other places in Germany.
Sandhy Sondoro’s music is influenced by American and British rock legends like the Beatles and Led Zeppelin. The power of his voice reminds us of Curtis Mayfield und Marvin Gaye. Sandhy sings ballads which express love and his longing for peace. When singing rock songs his voice can turn into a powerful volcano that sounds like Joe Cocker or Roger Chapman. Sandhys voice is so flexible that he is sometimes called the Ben Harper of Jakarta.(From : Indonesia First News)

Daniel Sahuleka, Keturunan Ambon Yang Sukses di Negeri Belanda

Daniel Sahuleka adalah seorang penyanyi beraliran jazz berkewarganegaraan Belanda yang memiliki darah keturunan Ambon. Lahir di Semarang, 6 Desember 1950, Daniel terkenal di Indonesia lewat lagunya Don't Sleep Away the Night dan You Make My World So Colorful yang dirilis pada 1980-an.

Musisi berdarah campuran Maluku, Sunda, serta Cina ini memulai debut di dunia tarik suara di Eropa pada 1977 dengan single pertama, YOU MAKE MY WORLD SO COLORFUL.

                     (foto : kapanlagi.com)
Dirinya terus eksis dan terlibat dalam sejumlah festival jazz dunia. Dan pada 2004 kembali merilis album baru yang antara lain berisi lagu Berdendang, yang kuat diwarnai oleh nada dari tanah leluhurnya, Maluku.
Kemarin tanggal 21 Oktober ia kembali menggelar konser di Indonesia. Daniel menggelar konser selama dua jam, selama di atas panggung Daniel membawakan 15 lagu, termasuk Don't Sleep Away This Night. Bahkan ia sempat juga membawakan lagu daerah Maluku di mana darah Maluku mengalir di badannya.

Di usianya yang terus bertambah, ia masih aktif melakukan aktivitas bermusiknya. Salah satunya saat menggelar konser di Gedung Kesenian Jakarta tanggal 21 Oktober 2010 kemarin.(ayuth)

Rocker Wanita Era 80-an Merilis Album "World Music"

                                                   (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)
Setelah lama tak muncul di blantika musik indonesia, Ayu Laksmi kembali merilis album keduanya. Rocker wanita era tahun 80an ini merilis album  dengan musik unik yang dia namakan world music.

Selain memasukan nuansa musik yang unik, di album berjudul ‘Svara Emas’ itu, Ayu memasukan lirik lagu yang ditulis dalam lima bahasa, yaitu Sansekerta, Kawi, Bali, Indonesia, dan Inggris.

"Album saya ini berlandaskan konsep Tri Hita Kirana yang artinya bercerita, tentang hubungan cinta kasih antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan semesta," jelas Ayu saat ditemui di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, belum lama ini.

Kembali merekam hasil karyanya dalam sebuah album merupakan impian sejak lama musisi asal Bali ini. Apalagi di albumnya ini, Ayu menggandeng musisi handal seperti Dewa Budjana, Peter Brambi, Robbert Webber, dan Eko Wicaksono.

"Ini impian saya sejak lama, tahun 1989 saya sempat keluarkan album dengan judul 'Istana yang Hilang'. Setelah album itu keluar saya menghilang dari dunia musik Indonesia. Setelah kurang lebih 18 tahun akhirnya saya bisa mempersembahkan album ini," tuturnya.

Tak hanya memasukan beragam unsur musik, Ayu juga banyak memasukan lirik-lirik lintas agama seperti Islam, Nasrani, dan tentu saja Hindu. Meski memainkan unsur musik yang tak komersil, musisi 43 tahun ini tak mau ambil pusing.

"Bagi saya, seni adalah persembahan hati. Saya banyak memasukan unsur spiritualitas dalam musik saya, karena bagi saya spiritualitas rasanya melebihi apapun. Soal album saya berhasil atau tidak saya tidak tahu. Tapi saya hanya mencoba untuk menjadi sesuatu untuk orang lain," harapnya.(nov),(Okezone).

Rabu, 24 November 2010

Agnes Tampil di American Music Awards 2010

(Foto: Twitter)
      Dari okezone diberitakan, sebelum tampil di American music Awards, Agnes Monica sudah sibuk menginformasikan kegiatannya di American Music Awards 2010. Dia sempat nyanyi di Red Carpet AMA 2010.
Tweez... :) saya akan nyanyi jam 2-3 PM PST atau jam 5 pagiiii WIB tgl 22 November 2010. www.ustream.tv/amas Don't forget.. ;),” ungkapnya lewat akun Twitternya, yang dikutip pada Senin (22/11/2010).

Memang penampilan Agnes tidak bisa disaksikan secara langsung. Namun lewat video streaming online, seluruh rangkaian acara Red Carpet AMA 2010 dapat diakses.

Agnes juga tampil bersama Lance N’sync yang juga menjadi host di Red Carpet AMA 2010.

Thank u so much for supporting people.. :) I had a great time performing with @christiancha... :) we are so excited for what we'll do nxt,” ungkap Agnes. (okezone.com)